Mengenal CORS dan Penerapannya Untuk Smart Farming, Smart City Hingga Autonomous Vehicle

Mengenal CORS dan Penerapannya Untuk Smart Farming, Smart City Hingga Autonomous Vehicle

CORS atau Continuously Operating Reference Station merupakan stasiun referensi GNSS yang beroperasi secara continue untuk menyediakan data dan layanan koreksi posisi kepada pengguna. Di Indonesia, konsep serupa diterapkan melalui Ina-CORS yang menyediakan layanan koreksi posisi, termasuk RTK, untuk mendukung kebutuhan survei, pemetaan, dan navigasi presisi. Secara umum, CORS terdiri dari antena GNSS, receiver GNSS, sistem catu daya, dan perangkat komunikasi data. Teknisi memasang antena pada titik yang stabil, seperti pilar beton atau monumen khusus, kemudian menempatkan receiver dan perangkat pendukung di dalam equipment box atau ruang perangkat.

Pemanfaatan CORS saat ini tidak terbatas pada pekerjaan survei dan pemetaan. Infrastruktur koreksi GNSS juga dapat menjadi bagian dari sistem yang membutuhkan posisi presisi, seperti smart farming, smart city, autonomous vehicle, hingga pengembangan digital twin.

CORS untuk Smart Farming

Dalam smart farming, informasi posisi yang akurat mendukung berbagai pekerjaan, seperti navigasi mesin pertanian, pemetaan lahan, aplikasi input secara presisi, dan pengoperasian kendaraan pertanian secara otomatis. Teknologi GNSS dengan positioning presisi mendukung berbagai aplikasi, mulai dari precision guidance dan variable-rate application hingga agricultural UAV dan autonomous tractor.

CORS menyediakan koreksi GNSS secara real-time sehingga receiver pada mesin atau perangkat pertanian dapat menentukan posisi dengan lebih presisi dibandingkan positioning GNSS biasa. Penelitian mengenai sistem auto guidance pertanian juga menunjukkan penggunaan RTK bersama jaringan GNSS/CORS untuk membantu navigasi kendaraan pertanian.

Aplikasi CORS untuk Smart Farming
(Aplikasi CORS untuk Smart Farming)

CORS untuk Smart City

Dalam konsep smart city, data spasial menjadi salah satu bagian penting untuk mengelola aset, infrastruktur, transportasi, dan berbagai aktivitas perkotaan. CORS dapat berperan sebagai referensi posisi yang membantu menjaga konsistensi koordinat pada berbagai pekerjaan pemetaan dan pengukuran berbasis GNSS.

Dengan tersedianya referensi posisi yang konsisten, data dari berbagai perangkat dan kegiatan dapat ditempatkan pada sistem koordinat yang sama. Hal ini penting ketika data spasial dari survei lapangan perlu diintegrasikan dengan sistem informasi perkotaan atau platform berbasis lokasi.

CORS untuk Autonomous Vehicle

CORS untuk Autonomous Vehicle

Autonomous Vehicle membutuhkan sistem positioning yang mampu menentukan posisi kendaraan secara akurat dan konsisten. GNSS memberikan informasi posisi absolut dan waktu yang dapat dipadukan dengan sensor lain untuk mendukung sistem navigasi kendaraan. Dalam jaringan CORS, layanan koreksi GNSS membantu meningkatkan ketelitian positioning pada area yang tercakup jaringan. Teknologi Network RTK juga memperluas cakupan layanan dibandingkan RTK single-base, sehingga pengguna dapat menerapkannya untuk kebutuhan positioning pada area yang lebih luas.

Namun, CORS bukan satu-satunya sensor pada autonomous vehicle. Sistem kendaraan otonom tetap membutuhkan kombinasi berbagai sensor dan teknologi seperti GNSS, IMU, LiDAR, kamera, serta sistem persepsi dan kontrol untuk memahami kondisi lingkungan dan menentukan pergerakan kendaraan.

CORS dan Pengembangan Digital Twin

Digital twin membutuhkan hubungan antara kondisi fisik dengan representasi digital yang dapat diperbarui menggunakan data dari dunia nyata. Pada implementasinya, arsitektur digital twin dapat melibatkan akuisisi data, komunikasi, representasi virtual, serta analisis yang terhubung secara real-time.

Dalam konteks tersebut, CORS dapat berperan sebagai infrastruktur positioning untuk memberikan referensi koordinat pada data yang dikumpulkan dari lapangan. Posisi yang konsisten dapat membantu menghubungkan data GNSS dengan model, aset, sensor, atau objek fisik yang direpresentasikan dalam lingkungan digital. Dengan kata lain, CORS bukanlah digital twin itu sendiri, tetapi dapat menjadi salah satu komponen pendukung untuk membangun digital twin yang membutuhkan data posisi dan koordinat yang akurat.

Solusi CORS Hi-Target: VNet dan VBase

Hi-Target menyediakan VNet Series GNSS CORS System sebagai solusi untuk membangun dan mengelola jaringan CORS. Sistem ini menggabungkan GNSS reference receiver, antena, distribusi data, software algoritma, serta layanan teknis untuk mendukung proses akuisisi, pengolahan, distribusi, dan pengelolaan data GNSS. Salah satu perangkat dalam infrastruktur CORS Hi-Target adalah VBase. VBase berperan sebagai reference station yang mengamati sinyal GNSS secara kontinu pada titik yang telah ditentukan. VBase kemudian mengirimkan data referensi positioning untuk mendukung layanan koreksi GNSS.

VBASE HI-TARGET
(Penggunaan VBase)

Dengan VNet dan VBase, Hi-Target menyediakan infrastruktur CORS untuk mendukung berbagai kebutuhan positioning presisi. Layanan ini tidak hanya mendukung pekerjaan survei dan pemetaan, tetapi juga membantu penerapan teknologi seperti smart agriculture, autonomous driving, monitoring, dan berbagai kebutuhan berbasis lokasi lainnya.

Untuk mendukung kebutuhan positioning presisi, CORS Hi-Target saat ini telah tersedia di 23 titik di Indonesia. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai lokasi dan mendukung berbagai kebutuhan yang memanfaatkan layanan koreksi GNSS. Salah satu implementasinya berada di Gedung FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) lantai 6. CORS VBase Hi-Target di lokasi tersebut mendukung kegiatan pembelajaran dan praktikum survei GNSS, fotogrametri, pemetaan darat dan laut, serta penelitian di bidang geospasial. Untuk mengetahui titik CORS yang tersedia, pengguna dapat melihat peta persebaran CORS Hi-Target Indonesia dan menyesuaikannya dengan lokasi pekerjaan.

Peta sebaran CORS Hi-Target di Indonesia
(Peta sebaran CORS Hi-Target di Indonesia)

CORS Hi-Target memungkinkan pengguna memperoleh layanan koreksi GNSS secara gratis pada titik yang tersedia dalam jaringan layanan. Pengguna cukup memastikan lokasi pekerjaan berada dalam cakupan layanan serta menggunakan receiver yang mendukung koneksi ke layanan koreksi tersebut. Sebelum melakukan pengukuran, cek terlebih dahulu peta persebaran CORS Hi-Target untuk melihat titik yang tersedia di sekitar lokasi pekerjaan. Dengan jaringan yang tersebar di 23 titik, pengguna memiliki lebih banyak pilihan referensi untuk mendukung pekerjaan positioning presisi. Cek titik CORS Hi-Target terdekat dan manfaatkan layanan koreksi GNSS secara gratis untuk mendukung kebutuhan survei, pemetaan, dan berbagai aplikasi berbasis lokasi.

Artikel Lainnya

Scroll to Top