Terowongan survei (Tunnels surveying) adalah cabang dari survei geodetik dan teknik sipil yang berfokus pada perencanaan, desain, pengukuran, dan pemantauan terowongan selama proses konstruksi dan operasionalnya. Survei ini mencakup berbagai teknik dan metode untuk memastikan posisi, orientasi, dan stabilitas terowongan, baik untuk keperluan transportasi, utilitas publik, maupun pembangkit listrik tenaga air.
Tipe Terowongan Berdasarkan Kegunaannya (Based Of Use)
1. Terowongan Lalu Lintas (Traffic Tunnel)
Adalah suatu struktur bawah tanah yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pergerakan kendaraan bermotor, pejalan kaki, atau kendaraan transportasi umum. Terowongan ini dapat dibangun di bawah tanah guna mengatasi rintangan geografis seperti pegunungan atau untuk meredakan kemacetan lalu lintas di daerah perkotaan.
▪ Terowongan Jalan (Road Tunnels), dibangun untuk jalan raya atau jalan tol agar bisa melewati pegunungan atau kawasan perkotaan tanpa mengganggu lalu lintas permukaan. Konstruksinya memperhitungkan standar keselamatan untuk lalu lintas kendaraan, seperti ventilasi yang memadai dan jalur evakuasi.
▪ Terowongan Kereta Api (Rail Tunnels), dibangun untuk transportasi kereta api agar dapat melintasi rintangan seperti pegunungan atau kawasan perkotaan. Konstruksinya merupakan bagian integral dari sistem transportasi kereta api, memperhatikan standar keamanan dan keberlanjutan operasional.
2. Terowongan Hidroelektrik (Hydro Power Tunnel)
Adalah infrastruktur yang dirancang khusus untuk mengalirkan air dari sumber alami, seperti sungai atau danau, menuju pembangkit listrik tenaga air. Terowongan ini merupakan bagian integral dari sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan memiliki dua jenis utama: Terowongan Pengalihan (Diversion Tunnels) dan Terowongan Tekanan (Pressure Tunnels).
▪ Terowongan Pengalihan (Diversion Tunnels), berfungsi untuk mengalirkan sebagian dari air dari sumber alami (biasanya sungai) ke waduk pembangkit listrik tenaga air. Ini dilakukan untuk meningkatkan ketinggian air di waduk dan memastikan pasokan air yang cukup ke turbin. Konstruksi terowongan pengalihan biasanya lebih besar dan memiliki desain yang memungkinkan aliran air yang efisien ke waduk. Dapat melibatkan struktur tambahan seperti pintu pengatur aliran air.
▪ Terowongan Tekanan (Pressure Tunnels), berfungsi untuk membawa air dari waduk ke turbin pembangkit listrik tenaga air di bawah tekanan tinggi. Air yang disalurkan melalui terowongan ini memiliki energi potensial yang tinggi dan digunakan untuk memutar turbin, menghasilkan energi listrik. Konstruksi terowongan tekanan dibangun dengan desain yang memperhitungkan tekanan air yang tinggi. Material dan struktur harus kuat dan tahan terhadap beban hidrostatik yang signifikan.
3. Terowongan Utilitas Publik (Public Utility Tunnel)
Adalah struktur bawah tanah yang dirancang khusus untuk menampung dan melindungi berbagai macam saluran utilitas atau infrastruktur kritis. Terowongan ini memberikan ruang untuk meletakkan pipa air, pipa saluran limbah, kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan infrastruktur utilitas lainnya.
▪ Terowongan Utilitas (Utility Tunnels), berfungsi menyediakan ruang untuk menempatkan dan melindungi saluran utilitas seperti pipa air, pipa saluran, kabel listrik, dan kabel telekomunikasi. Konstruksinya memastikan keberlanjutan dan akses mudah untuk pemeliharaan dan perbaikan.
▪ Terowongan Air Hujan (Stormwater Tunnels), berfungsi untuk mengelola air hujan di kawasan perkotaan guna mencegah banjir. Konstruksinya dirancang untuk menangani volume air hujan yang besar dan mengurangi risiko banjir.
Setiap jenis terowongan memiliki tujuan khususnya, dan pertimbangan desain dan konstruksi dapat bervariasi berdasarkan fungsi yang dimaksud. Terowongan lalu lintas, sebagai contoh, harus memenuhi standar keamanan untuk lalu lintas kendaraan, sementara terowongan hidroelektrik harus dirancang untuk menangani aliran air dan tekanan yang terkait dengan pembangkitan listrik. Terowongan utilitas publik memberikan sarana untuk mengalirkan dan melindungi infrastruktur penting seperti pipa air, pipa pembuangan, kabel listrik, dan kabel telekomunikasi.
Tipe Terowongan Berdasarkan Dasar Konstruksi (Based Of Construction)
1. Metode Cut and Cover
Adalah etode konstruksi terowongan dimana tanah di atas terowongan dipotong (dicut) dan kemudian terowongan dibangun di dalamnya sebelum tanah dipulihkan dengan melibatkan penggalian terbuka dan penutupan atas terowongan setelah konstruksi selesai. Biasanya digunakan untuk terowongan dangkal dengan kedalaman yang tidak terlalu besar.
▪ Proses Konstruksi
1) Penggalian Terbuka (Cut), bagian atas tanah digali untuk membuka ruang di mana terowongan akan dibangun.
2) Pembangunan Terowongan (Cover), struktur terowongan dibangun di dalam ruang yang telah digali, dan kemudian ruang tersebut ditutup kembali.
2. Metode Bored Tunnel
Adalah metode konstruksi terowongan yang melibatkan penggalian terowongan tanpa membuka tanah di atasnya. Terowongan dapat digali menggunakan berbagai peralatan seperti mesin bor atau tunnelling shield dan peledak. Terowongan dapat memiliki diameter yang bervariasi tergantung pada kebutuhan proyek.
▪ Proses Konstruksi
1) Pengeboran (Boring), mesin bor digunakan untuk membuat lubang atau terowongan di bawah tanah.
2) Penyangga Terowongan, dinding terowongan diperkuat dan diberi penyangga untuk mencegah keruntuhan.
3) Pemasangan Struktur, setelah terowongan selesai dibuat, dindingnya diperkuat dengan metode tertentu, seperti pemasangan segmen beton atau dinding penyangga sesuai kebutuhan.
3. Metode Pipe Jacking
Adalah metode konstruksi terowongan yang melibatkan pemasangan pipa di bawah tanah dengan mendorong atau menarik pipa tersebut melalui terowongan bawah tanah yang dibuat secara mekanis.
▪ Proses Konstruksi
1) Pembuatan Terowongan, terowongan yang cukup besar untuk memuat pipa dibuat menggunakan metode boring atau excavating.
2) Pemasangan Pipa, pipa dipasang di dalam terowongan dengan menggunakan teknik dorong atau tarik peralatan jacking.
3) Penyelesaian, setelah pipa terpasang, terowongan diisi kembali dengan material tanah yang sesuai.
4. Metode Box Jacking
Adalah metode konstruksi terowongan yang melibatkan pembuatan terowongan kotak atau struktur lainnya di bawah tanah, yang kemudian diletakkan atau didorong pada tempat posisi akhirnya dengan menggunakan mesin hidraulik atau mekanis.
▪ Proses Konstruksi
1) Pembuatan Boks Terowongan
Tim konstruksi membuat boks terowongan atau struktur lainnya di lubang peluncuran.
2) Pemindahan dan Penempatan
Tim konstruksi mengangkat boks terowongan, memindahkannya ke lokasi yang ditentukan, lalu menempatkannya di bawah tanah dengan mesin hidraulik atau peralatan lain.
3) Penyelesaian
Setelah menempatkan terowongan, tim konstruksi memasang segmen tambahan atau mengeraskan dinding terowongan sebagai langkah penyelesaian.
Pembahasa artikel tentang Tipe Terowongan Survei (Tunnels Surveying) cukup sampai disini ya sobat. Semoga bermanfaat uuntuk sobat. Jangan lupa baca artikel Hi-Target Indonesia lainnya ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Penulis: Muahammad Zaky Naufal
DAFTAR PUSTAKA
- Anupoju, Sadanandam. (2021). Tunnels Construction Techniques and Their Details. New Delhi: The Constructor Building Ideas. Diakses 26 Februari 2025. https://theconstructor.org/construction/tunnel-construction-methods/17167/
- Junica, Indah M. (2004). Pengembangan Teknologi Terowongan dan Infrastruktur Jalan Bawah Tanah. Bandung: Departemen Pekerjaan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan Prasarana Transportasi.
- Loane, Robert T. (2020) Introduction to Tunnel Surveying and Deformation Monitoring. New Mexico: PDH Academy.
- Thomas, Geo. (2023). Tunnel Construction Methods. New York: Civil Wale. Diakses 26 Februari 2025. https://civilwale.com/tunnel-construction-methods/
- https://id.pinterest.com/





