Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

Sejarah Ilmu Geodesi

SEJARAH ILMU GEODESI - Artikel Indosurta

Hallo Sobat Hi-Target Pernahkah kamu Terfikirkan tentang bagaimanasih? para ahli bisa mengetahui di mana posisi kota Jakarta, atau seberapa tinggi puncak Gunung Everest? Semua akurasi dan ketepatan yang kita gunakan dalam navigasi, peta digital, hingga pembangunan infrastruktur berskala Besar, bersumberkan dari satu ilmu yang mendasar yaitu ilmu Geodesi. Ilmu ini bukan sekadar menghitung, namun sebuah kisah panjang yang mencakup usaha manusia selama ribuan tahun untuk mengukur serta memahami planet tempat kita berpijak.

Siapa sangka, di balik peta yang begitu detail, tersembunyi history penemuan yang melibatkan banyak hal mulai dari filsuf, penguasa, hingga alat-alat kuno. Marilah kita ikuti jejak para pemikir hebat yang pertama kali “menemukan” rahasia bentuk Bumi dan bagaimana pengetahuan ini mengubah cara kita melihat dunia.

 

Apa Sebenarnya Bentuk Bumi Ini?

 

Apa Sebenarnya Bentuk Bumi Ini
Sumber: OIF UMSU

Asal Usul dan Makna Geodesi

Ilmu Geodesi Merupakan disiplin ilmu yang membahas dan mempelajari tentang pengukuran bumi serta penggambaran Bumi, hal ini termasuk medan gravitasi Bumi dalam ruang tiga dimensi yang berubah terhadap waktu. Secara bahasa, kata Geodesi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “geo” yang berarti Bumi dan “daisia” atau “deis” yang berarti membagi atau ilmu pengukuran. Jadi, dapat kita simpulkan bahwasannya Geodesi adalah ilmu tentang “membagi” atau “mengukur” Bumi.

Ilmu Geodesi disini berfokus terhadap penentuan posisi yang tepat dan akurat dari titik-titik koordinat di permukaan Bumi dan menentukan bentuk serta dimensi planet kita. yang lebih akurat digambarkan sebagai geoid (bentuk unik Bumi) daripada bola sempurna.

 

Siapa sih Penemu Ilmu Geodesi dan Mulai Dikenal Sejak Kapan?

Geodesi adalah konsep pengukuran Bumi yang tidak “ditemukan” oleh satu orang saja dalam satu waktu, melainkan berevolusi. Namun, fondasi paling krusial dan penentuan dimensi Bumi yang pertama kali dilakukan secara ilmiah terjadi di Mesir Kuno, tepatnya di kota IskKamuriah (sekarang Alexandria).

Tokoh yang diakui sebagai Bapak Geodesi dan orang pertama yang menghitung keliling Bumi dengan akurasi yang menakjubkan adalah Eratosthenes (276 – 194 SM).

  • Ditemukan di: IskKamuriah, Mesir Kuno.
  • Oleh: Eratosthenes (seorang matematikawan, ahli geografi, dan astronom Yunani).
  • Awal Dikenal: Konsep pengukuran keliling Bumi oleh Eratosthenes dilakukan sekitar abad ke-3 SM.

Eratosthenes menggunakan pengamatan sederhana: pada tengah hari di titik balik musim panas, matahari tegak lurus di atas kota Syene (Aswan), tetapi pada waktu yang sama di IskKamuriah, matahari membentuk sudut 7,2 derajat dari vertikal. Dengan mengukur jarak antara kedua kota dan menggunakan geometri sederhana, ia berhasil menghitung keliling Bumi. Meskipun alatnya sederhana, hasil perhitungannya dianggap sangat akurat, hanya meleset sekitar 2% hingga 15% dari nilai yang diterima saat ini, tergantung interpretasi unit pengukuran kuno yang ia gunakan.

 

Perkembangan Sejak Era Klasik

Setelah era Eratosthenes, perkembangan Geodesi tidak berhenti. Pada abad ke-11, ilmuwan Muslim seperti Al-Biruni memperkenalkan metode perhitungan radius Bumi yang jauh lebih maju untuk zamannya, menggunakan kombinasi pengamatan astronomi dan geometri. Karyanya menegaskan bahwa Geodesi telah menjadi disiplin ilmiah yang terus berevolusi lintas budaya dan peradaban.

Memasuki abad ke-17 dan ke-18, Geodesi modern mulai mendapatkan pijakan kuat di Eropa. Perdebatan antara Christiaan Huygens dan Isaac Newton mengenai bentuk Bumi apakah bulat sempurna atau pepat di kutub mendorong lahirnya riset besar-besaran. Ekspedisi ilmiah yang disponsori Académie Royale des Sciences ke Peru dan Lapland akhirnya memberikan bukti empiris bahwa Bumi berbentuk pepat. Temuan ini bukan hanya menegaskan teori Newton, tetapi juga menunjukkan peran vital Geodesi dalam memahami bumi secara ilmiah.

Beli juga: LS1 SLAM Scanner

Transformasi berikutnya muncul melalui penemuan theodolit, penyempurnaan metode triangulasi, dan pada abad ke-20 berlanjut ke pemanfaatan teknologi satelit. Sistem seperti GPS (Global Positioning System) mengubah Geodesi menjadi disiplin presisi tinggi yang mampu menentukan posisi titik di permukaan bumi dalam hitungan detik. Dari tongkat bayangan Eratosthenes hingga satelit yang mengorbit ribuan kilometer di atas kita, Geodesi menunjukkan kesinambungan rasa ingin tahu manusia terhadap bentuk, ukuran, dan dinamika planet ini.

Relevansi Geodesi kini meluas ke seluruh sektor modern. Ia menjadi fondasi bagi pemetaan, konstruksi, batas wilayah, navigasi udara, sistem transportasi, hingga mitigasi bencana. Tanpa pengukuran geodetik yang akurat, tidak mungkin merancang jembatan, menetapkan batas negara, mengelola tambang, atau menjalankan penerbangan dengan aman. Geodesi memastikan bahwa setiap informasi spasial yang digunakan oleh pemerintah, industri, dan masyarakat memiliki kredibilitas, akurasi, dan dasar ilmiah yang kuat.

 

Ingin mendalami lebih jauh tentang peran Geodesi dalam pembangunan masa depan Indonesia?

Kunjungi website kami resmi kami di HI-Target Indonesia untuk berbagai artikel menarik lainnya yang mengungkap rahasia di balik ilmu ukur tanah dan teknologi survei. Dan jika Kamu membutuhkan alat survey yang super canggih, akurat, dan telah teruji kredibilitasnya untuk proyek-proyek penting Kamu, HI Target Indonesia adalah solusi terpercaya Kamu. Temukan inovasi terbaru, dari GNSS Receiver presisi tinggi hingga Total Station yang revolusioner, hanya di HI Target Indonesia!

 

Daftar Kampus dengan Program Studi Teknik Geodesi/Geomatika (S1)

 

No. Nama Perguruan Tinggi Kota/Provinsi Jenis Kampus Nama Program Studi (Umum) Jenjang
1. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Negeri Teknik Geodesi S1
2. Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Jawa Barat Negeri Teknik Geodesi dan Geomatika S1
3. Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Jawa Tengah Negeri Teknik Geodesi S1
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur Negeri Teknik Geomatika S1
5. Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Sulawesi Selatan Negeri Teknik Geodesi S1
6. Universitas Lampung (UNILA) BKamur Lampung, Lampung Negeri Teknik Geodesi S1
7. Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung Negeri Teknik Geomatika S1
8. Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Jawa Barat Swasta Teknik Geodesi S1
9. Institut Teknologi Padang (ITP) Padang, Sumatera Barat Swasta Teknik Geodesi S1
10. Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor, Jawa Barat Swasta Teknik Geodesi S1
11. Universitas Winaya Mukti (UNWIM) Bandung, Jawa Barat Swasta Teknik Geodesi S1
12. Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) Malang, Jawa Timur Swasta Teknik Geodesi S1

 

Referensi

  • Purnomo, A. (2018). Perkembangan Ilmu Geodesi dari Era Klasik hingga Penerapan Teknologi Satelit. Jurnal Geografi Indonesia, 2(1), 1-10.
    Tautan: http://ejournal.upi.edu/index.php/
  • Widyastuti, M., & Santoso, B. (2020). Telaah Historis Kontribusi Eratosthenes dalam Penentuan Dimensi Bumi dan Relevansinya dengan Geodesi Modern. Jurnal Sains dan Teknologi Spasial, 5(2), 78-90.
    Tautan: http://ejurnal.its.ac.id/index.php/
  • Susilo, J. (2019). Geodesi dan Aplikasi GPS: Tinjauan Sejarah dan Masa Depan Pengukuran Bumi. Prosiding Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi.
  • Sumber Gambar: Politeknik Baja Tegal

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!