Pemetaan di lingkungan indoor (dalam ruang) dan underground (bawah tanah) selalu menjadi tantangan tersendiri bagi para surveyor. Metode konvensional seperti total station atau GPS menghadapi kendala utama: tidak adanya sinyal satelit GNSS dan seringkali terbatasnya jarak Pandang Kamu (line of sight).
Survei manual menjadi sangat lambat, berisiko, dan menghasilkan data yang terbatas, terutama di area kompleks seperti terowongan berliku atau basement bertingkat. Kebutuhan akan solusi yang cepat, akurat, dan aman untuk mendokumentasikan aset di ruang terbatas ini semakin mendesak.
Di sinilah teknologi LiDAR Portabel berbasis SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) hadir sebagai solusi transformatif. Sistem ini, seperti scanner handheld ringkas, memanfaatkan laser dan sensor gerak untuk memindai lingkungan sekaligus menentukan posisinya sendiri secara real-time tanpa bergantung pada GNSS sama sekali. Teknologi ini mampu menghadirkan efisiensi yang luar biasa dalam menaklukkan ruang-ruang sulit tersebut.
Keunggulan utama sistem SLAM Handheld sangat relevan dengan tantangan pemetaan indoor:
- Kecepatan Akuisisi :Mampu memindai ratusan ribu titik point cloud setiap detik saat sedang berjalan, menghemat waktu hingga 90% dibanding metode manual.
- Operasi Mandiri: Bekerja optimal dalam area yang minim pencahayaan, tanpa sinyal GNSS, dan di koridor sempit, menjadikannya ideal untuk tambang, terowongan, atau utilitas bawah tanah.
- Keselamatan Operator: Surveyor dapat memindai area berisiko (seperti struktur yang tidak stabil atau ruang confined) dari jarak aman dan dengan waktu paparan yang minimal.
- Data yang Komprehensif: Hasilnya adalah point cloud 3D yang padat dan lengkap, mencakup setiap sudut dan celah, siap untuk digunakan dalam modeling BIM, analisis deformasi, atau dokumentasi aset.
Namun, adopsi teknologi ini juga perlu memperhatikan beberapa tantangan untuk memastikan hasil optimal:
- Drift Akurasi: Algoritma SLAM berpotensi mengalami akumulasi kesalahan (drift) pada jalur pemindaian yang sangat panjang dan loop tertutup, yang dapat mempengaruhi akurasi absolut.
- Kalibrasi dan Validasi: Kalibrasi sensor yang baik serta prosedur ground truthing dengan titik kontrol tetap diperlukan untuk menjamin kualitas dan skala data akhir.
- Keterampilan Operator: Pola berjalan, kecepatan, dan teknik pemindaian yang tepat sangat mempengaruhi kualitas data, sehingga memerlukan pelatihan dan pengalaman.
Secara praktis, teknologi ini membuka peluang besar dalam berbagai aplikasi:
- Pemetaan dan Inspeksi Terowongan (tambang, drainase, kereta api).
- Dokumentasi Aset Gedung (basement, ruang mesin, pabrik, dan interior kompleks).
- Pemindaian Utilitas (jaringan pipa dan ducting).
- Forensik dan Investigasi di ruang tertutup.
Kesimpulannya, SLAM Handheld bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan sekarang untuk survei di ruang terbatas. Ia menjawab langsung kebutuhan akan kecepatan, kelengkapan data, dan keselamatan kerja, meskipun penerapannya memerlukan pemahaman akan karakteristik dan kehati-hatian teknis.
Tertarik mengoptimalkan proyek pemetaan indoor dan underground Kamu? Hi-Target Indonesia menyediakan solusi SLAM Handheld yang Kamul, seperti SLAM Scanner V700S, yang dirancang untuk akurasi tinggi dan kemudahan operasi di lapangan. Konsultasikan kebutuhan spesifik Kamu dengan tim kami untuk menemukan solusi terbaik guna meningkatkan efisiensi dan kualitas output pemetaan Kamu.
Referensi :
- Nüchter, A., & Borrmann, D. (2020).
Mapping and indoor exploration. In Springer Handbook of Geographic Information (pp. 1–28). Springer, Cham.
https://doi.org/10.1007/978-3-030-53125-6_21-1
Relevansi: Menjelaskan tantangan fundamental dalam pemetaan ruang indoor dan keterbatasan metode survei konvensional. - Taketomi, T., Uchiyama, H., & Ikeda, S. (2017).
Visual SLAM algorithms: A survey from 2010 to 2016. IPSJ Transactions on Computer Vision and Applications, 9(1), 16.
https://doi.org/10.1186/s41074-017-0027-2
Relevansi: Menyajikan tinjauan komprehensif perkembangan algoritma Visual SLAM yang menjadi fondasi banyak sistem LiDAR dan SLAM modern. - Wang, C., & Zhu, J. (2021).
Deformation monitoring of tunnel structures based on terrestrial laser scanning technology. Advances in Civil Engineering, 2021, Article 6676025.
https://doi.org/10.1155/2021/6676025
Relevansi: Studi kasus penerapan TLS untuk monitoring deformasi terowongan, menegaskan efisiensi pemindaian laser untuk area terbatas dan berisiko. - Lehtola, V. V., Virtanen, J. P., Kukko, A., Kaartinen, H., & Hyyppä, J. (2017).
Localization of a mobile laser scanner via dimensionality reduction. ISPRS International Journal of Geo-Information, 6(3), 79.
https://doi.org/10.3390/ijgi6030079
Relevansi: Membahas peningkatan akurasi dan pemrosesan data pada mobile laser scanner melalui teknik reduksi dimensi. - Khairuddin, A. R., Talib, M. S., & Haron, H. (2015).
Review on simultaneous localization and mapping (SLAM). 2015 IEEE International Conference on Control System, Computing and Engineering (ICCSCE), 85–90.
https://doi.org/10.1109/ICCSCE.2015.7482163
Relevansi: Tinjauan menyeluruh mengenai konsep SLAM, kemajuan algoritmik, dan tantangan teknis seperti error drift. - Sumber Gambar: Hi-Target



