Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

Metode Pengukuran GNSS untuk Survei Pemetaan Akurat

Metode Pengukuran GNSS untuk Survei Pemetaan Akurat

Hi Sobat Hi-Target, tahukah kamu bahwa GNSS mampu mencapai akurasi hingga milimeter dalam penentuan posisi, jauh lebih efisien daripada metode konvensional seperti total station yang memakan waktu berjam-jam? Fakta ini menjadikan GNSS esensial dalam proyek survei besar seperti pemetaan bidang tanah di Indonesia. Teknologi ini memanfaatkan sinyal dari satelit GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dll untuk menghasilkan data posisi tiga dimensi yang presisi.

 

Jumlah Metode Umum GNSS

Ada lima metode pengukuran GNSS yang umum digunakan dalam survei dan pemetaan yaitu Static, Rapid Static, RTK (Metode Radio & NTRIP) , NRTK/CORS, serta PPP Service. Setiap metode menawarkan trade-off antara waktu pengukuran, ketelitian, dan kebutuhan infrastruktur, sesuai keperluan lapangan.

 

Metode Static

Metode Static melibatkan receiver GNSS yang diam pada titik target selama waktu tertentu dengan interval  1 detik, diolah secara post-processing untuk mengoreksi bias ambiguitas fase. Ketelitian mencapai 0,02-0,09 cm horizontal dan 0,05-0,17 cm vertikal. Aplikasi utamanya pada jaring kontrol orde tinggi seperti titik dasar geodesi; kelebihan adalah akurasi tertinggi, tetapi keterbatasannya memerlukan waktu lama.

 

Metode Rapid Static

Rapid Static mirip Static namun durasi lebih singkat (5-15 menit), cocok untuk baseline pendek dengan pengolahan diferensial absolut atau relatif. Ketelitian umum 1-2 cm horizontal dan 2-3 cm vertikal. Digunakan untuk titik kontrol orde 3-4 di pemetaan cepat; kelebihan efisiensi waktu, keterbatasan sensitif terhadap geometri satelit dan baseline >10 km.etd.repository.ugm+1

Metode RTK (RTK Radio dan NTRIP)

RTK menggunakan stasiun base untuk kirim koreksi real-time via radio ke rover, menyelesaikan ambiguitas fase secara on-the-fly. Ketelitian 1-5 cm horizontal dan 2-10 cm vertikal untuk baseline <10 km. Ideal untuk survei bidang tanah dan konstruksi; kelebihan hasil instan, keterbatasan jangkauan radio maksimal 20-40 km dan gangguan obstruksi.

Beli juga: V700S SLAM RTK

 

Bagian dari metode RTK

NRTK merupakan Bagian dari metode RTK yang memanfaatkan jaring CORS (seperti milik BIG) untuk koreksi via internet (NTRIP), menghasilkan Virtual Reference Station. Ketelitian <5 cm horizontal setelah <1 menit di area terbuka. Aplikasi luas di pemetaan nasional; kelebihan cakupan nasional tanpa base sendiri, keterbatasan ketergantungan internet stabil.

 

Metode PPP (Precise Point Positioning)

PPP menggunakan data orbit presisi global tanpa base lokal, diolah real-time atau post-processing. Ketelitian 5-20 cm horizontal setelah 11-20 menit untuk RT-PPP, lebih baik post-processed. Cocok survei terpencil; kelebihan independen infrastruktur, keterbatasan konvergensi lambat akibat kesalahan atmosfer.

Pengukuran GNSS membutuhkan instrumen dengan ketelitian tinggi serta teknologi yang andal agar hasil survei benar-benar optimal. Hi-Target Indonesia hadir untuk mendukung kebutuhan survei profesional dengan berbagai pilihan alat ukur yang akurat dan modern. Mulai dari Total Station hingga GNSS, semua tersedia untuk menunjang pekerjaan survei di lapangan. Untuk informasi produk dan konsultasi kebutuhan alat, hubungi Hi-Target Indonesia sekarang.

 

Penulis: Herlina

 

Referensi

  1. Analisis Pengukuran Bidang Tanah Menggunakan GNSS RTK-Radio Dan RTK-NTRIPPada Stasiun CORS Undip – https://ejournal3.undip.ac.id/
  2. Uji Akurasi Hasil Pengukuran GNSS Metode Statik dan RTK-NTRIP dengan Referensi CORS GMU2 – https://journal.ugm.ac.id/
  3. Perbandingan Metode Rapid Static Dan Metode Real Time Kinematik (RTK) Pada Pengukuran Batas Dusun 5,6 Dan 7 Pekon Sukoharjo I Kabupaten Pringsewu – http://digilib.unila.ac.id/
  4. Analisa Hasil Pengukuran GPS Menggunakan Metode PPP-Online Untuk Stabilitas Titik Orde 0 Dan 0rde 1 – http://eprints.itn.ac.id/
  5. Perbandingan Ketelitian GNSS dengan Metode NRTK, Real-Time PPP dan Post-Processed PPP – https://jurnal.ugm.ac.id/
  6. Uji Akurasi Hasil Pengukuran GNSS Metode Statik dan RTK-NTRIP dengan Referensi CORS GMU2 – https://etd.repository.ugm.ac.id/
  7. Analisis Pengukuran Gnss Metode Statik Dengan Variasi Sampling Rate – https://ejournal2.undip.ac.id/
  8. Analisis Hasil Penentuan Posisi Metode Rapid Static dan RTK NTRIP untuk Titik Kontrol Orde 3 dan 4 – https://etd.repository.ugm.ac.id/
  9. Evaluasi Ketelitian Koordinat Hasil Survei Receiver GNSS dengan Teknologi RTK-Visual – https://etd.repository.ugm.ac.id/
  10. Akurasi Pengamatan GNSS Metode RTK NTRIP Menggunakan CORS ULPC – https://digilib.unila.ac.id/
  11. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/
  12. Pendefinisian Koordinat ULP2 Universitas Lampung Terhadap ITRF 2014 Serta Analisa Penggunaan Tiga Macam Receiver GNSS Yang Berbeda – http://digilib.unila.ac.id/
  13. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
  14. Pengamatan Dan Pengolahan Data GNSS Berdasarkan Perbandingan Variasi Lama Waktu Dengan Titik Ikat CORS BIG – https://repo.unwim.ac.id/
  15. Perbandingan Akurasi Dan Presisi Antara Metode Survey Statik Dan RTK Pada Pengukuran Penurunan Tubuh Bendungan Ponre Ponre – https://jurnal.poliupg.ac.id/
  16. Akurasi Pengamatan GNSS Metode RTK NTRIP Menggunakan CORS ULPC – http://digilib.unila.ac.id/
  17. Analisis Optimalisasi Pengukuran GNSS Statik Menggunakan Jaring Radial – https://ejournal.uigm.ac.id/
  18. Analisis Optimalisasi Pengukuran GNSS Statik Menggunakan Jaring Radial – https://ejournal.uigm.ac.id/

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!