Kamu harus tau bahwa Akurasi GNSS menjadi kunci utama dalam pekerjaan survei modern, terutama ketika dibutuhkan ketelitian hingga level sentimeter pada proyek konstruksi, pemetaan, maupun monitoring deformasi.
Namun dalam praktik lapangan, hasil pengukuran GNSS tidak hanya ditentukan oleh kualitas alat, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar titik pengukuran. Beberapa gangguan seperti pantulan sinyal, kondisi atmosfer, hingga terhalangnya jalur satelit sering menjadi penyebab turunnya akurasi GNSS secara signifikan (Farizi & Ramdani, 2022).
Multipath GNSS
Multipath adalah kesalahan pengamatan GNSS yang terjadi ketika sinyal pantulan dari objek di sekitar antena tiba dengan selisih waktu terhadap sinyal langsung dan mempengaruhi proses pengukuran kode maupun fase. Pantulan ini membuat receiver menerima sinyal yang terlambat, sehingga menghasilkan kesalahan pada perhitungan posisi.
Penelitian menunjukkan bahwa efek multipath dapat menyebabkan kesalahan posisi mencapai beberapa sentimeter, bahkan bisa lebih besar jika kondisi lingkungan sangat padat. Studi di area vegetasi dan bangunan menunjukkan gangguan multipath dapat menurunkan kestabilan solusi RTK dan mempersulit tercapainya status fixed (Putra et al., 2018).
Gangguan Atmosfer: Ionosfer dan Troposfer
Sinyal GNSS juga harus melewati lapisan atmosfer sebelum sampai ke receiver. Lapisan ionosfer dapat menyebabkan perlambatan sinyal akibat aktivitas partikel bermuatan, terutama saat terjadi aktivitas matahari yang tinggi. Penelitian menunjukkan gangguan ionosfer dapat menyebabkan kesalahan posisi hingga beberapa meter pada kondisi tertentu (Kusuma, 2017).
Selain itu, lapisan troposfer yang mengandung uap air juga dapat mempengaruhi kecepatan rambat sinyal. Di wilayah tropis seperti Indonesia, kandungan uap air yang tinggi membuat efek troposfer cukup signifikan, terutama terhadap ketelitian vertikal pengukuran GNSS.
Obstruksi Sinyal: Satelit Tertutup Halangan Fisik
Gedung tinggi, pepohonan lebat, maupun kondisi topografi berbukit dapat menghalangi jalur sinyal satelit menuju antena GNSS. Berkurangnya jumlah satelit yang terdistribusi dengan baik dapat memperburuk geometri pengamatan, yang tercermin dari meningkatnya nilai PDOP.
Penelitian di wilayah perbukitan menunjukkan bahwa pengukuran GNSS statik pada area dengan banyak halangan menghasilkan presisi yang lebih rendah dibandingkan pengukuran pada kondisi open sky (Rachman, 2016).
Contoh Gangguan Lingkungan di Lapangan
Pada proyek konstruksi di area perkotaan, kombinasi multipath dan obstruksi sering menyebabkan kesalahan horizontal mencapai 5–10 cm. Sementara itu, pada kondisi cuaca lembap atau musim hujan, gangguan troposfer dapat mempengaruhi ketelitian tinggi hingga puluhan sentimeter. Di wilayah ekuator, gangguan ionosfer bahkan dapat mempengaruhi kestabilan pengukuran RTK, terutama pada malam hari.
Kesimpulan
Faktor lingkungan seperti multipath, gangguan atmosfer, dan obstruksi sinyal merupakan tantangan utama dalam pengukuran GNSS. Dengan memahami sumber gangguan tersebut dan menerapkan strategi mitigasi yang tepat, surveyor dapat meningkatkan kualitas data serta menjaga akurasi hasil pengukuran di lapangan.
Untuk mendukung pekerjaan survei yang lebih stabil dan presisi di berbagai kondisi lingkungan, teknologi GNSS modern seperti solusi dari Hi-Target dapat menjadi pilihan yang membantu meningkatkan efisiensi dan keandalan pengukuran.
Penulis: Herlina
Referensi
- Farizi, A., & Ramdani, M. (2022). Uji Ketelitian Data GNSS dengan Metode NTRIP terhadap Variasi Multipath di Lingkungan Urban. Jurnal Geografi, 19(2), 46-53.
Akses PDF - Putra, A. et al. (2018). Analisis Pengaruh Multipath dari Topografi terhadap Presisi Pengukuran GNSS dengan Metode Statik. Jurnal Geodesi Undip, 9(1).
Akses PDF - Kusuma, R. (2017). Pengaruh Sintilasi Ionosfer Terhadap Akurasi Penentuan Posisi Absolut Pada Global Positioning System (GPS). Repository Universitas Brawijaya.
Akses Halaman - Rachman, A. (2016). Pengukuran Bidang Tanah dengan GNSS RTK-NTRIP di Area Obstruksi. Jurnal Swara Patra, ESDM.
Akses PDF - Sumber gambar: Kompas Navigasi






