Apa Itu Teknik Geodesi?
Hallo sobat Hi-Target, tahukah kamu Teknik Geodesi adalah disiplin ilmu teknik yang Mempelajari Tentang pengukuran dan pemetaan Bumi. Baik di atas, di dalam, maupun di bawah permukaannya. Singkatnya, Geodesi bertanggung jawab menentukan bentuk, ukuran, orientasi, dan medan gravitasi Bumi di ruang tiga dimensi (3D) yang berubah seutuhnya oleh waktu.
Geodesi berperan penting sebagai fondasi bagi semua aktivitas yang berkaitan dengan lokasi dan ruang, termasuk pembuatan peta, navigasi, hingga pembangunan infrastruktur skala besar.
Apa Saja Sih yang Dipelajari dalam Teknik Geodesi?
Kamu harus tau bahwa Bidang studi Teknik Geodesi itu sangatlah luas dan melibatkan kombinasi ilmu matematika, fisika, teknologi informasi, dan geografi. Nah Berikut merupakan beberapa materi yang dipelajari dalam Teknik Geodesi, berdasarkan kurikulum dan fokus penelitian di berbagai program studi Geodesi terkemuka (Undip, ITN Malang, dll.):
1. Survei dan Pemetaan Terestris (Ilmu Ukur Tanah)
Survei dan pemetaan Terestris disini Mempelajari teknik-teknik dasar pengukuran jarak, sudut, dan elevasi di permukaan Bumi menggunakan alat seperti Total Station dan Theodolite. Ilmu ini menjadi dasar untuk penentuan batas lahan, pengukuran topografi, hingga penentuan titik kontrol.
2. Geodesi Satelit atau GNSS (Global Navigation Satellite System)
Mendalami teknologi penentuan posisi dan navigasi yang sangat akurat menggunakan sistem satelit global, seperti GPS (Amerika), GLONASS (Rusia), Galileo (Eropa), dan Beidou (Tiongkok). Ini digunakan untuk membangun Kerangka Kontrol Geodesi (jaring-jaring titik yang sangat akurat) dan memantau pergerakan atau deformasi permukaan Bumi .
3. Fotogrametri dan Penginderaan Jauh (Remote Sensing)
- Fotogrametri adalah ilmu mendapatkan informasi geometris objek fisik melalui foto udara atau citra lain. Ini meliputi penggunaan drone atau pesawat berawak untuk membuat peta skala besar dan model 3D.
- Penginderaan Jauh mempelajari cara mendapatkan informasi tentang Bumi tanpa kontak fisik, biasanya menggunakan citra satelit (misalnya Sentinel atau Landsat) untuk analisis lahan, pemantauan lingkungan, atau studi bencana.
4. Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)
Mempelajari cara mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data spasial (data yang memiliki referensi lokasi geografis) menggunakan perangkat lunak khusus. Aplikasi SIG sangat luas, mulai dari perencanaan kota, manajemen sumber daya, hingga analisis risiko bencana.
5. Survei Hidrografi
Fokus pada pengukuran dan deskripsi dasar laut dan daerah pantai, termasuk pasang surut, arus, dan kedalaman perairan. Bidang ini penting untuk navigasi pelayaran, pembangunan infrastruktur laut (pelabuhan, pipa bawah laut), dan penetapan batas maritim.
6. Geodesi Fisis (Fisika Bumi)
Mempelajari medan gravitasi Bumi dan bagaimana ia memengaruhi pengukuran. Ilmu ini berhubungan dengan penentuan geoid (permukaan laut rata-rata yang diperluas di bawah benua) dan analisis deformasi atau pergerakan massa Bumi akibat fenomena alam (gempa bumi, gunung berapi) atau aktivitas manusia.
Ingin hasil survei lebih cepat, akurat, dan efisien?
Gunakan Hi-Target VRTK, HTS-720 Total Station solusi lengkap untuk semua kebutuhan pengukuran terestrial Kamu. Kunjungi Hi Target Indonesia untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi alat yang sesuai dengan kebutuhan proyekmu.
Penulis: Herlina
Referensi:
- Departemen Teknik Geodesi, Universitas Diponegoro (Undip). (2025). Struktur Mata Kuliah. Diambil dari https://geodesi.ft.undip.ac.id/
- Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). (2024). Kurikulum dan Silabus Tahun Akademik 2024-2029.
- Jurnal Geodesi Undip, Volume 10 & 11 (2021-2022). Berbagai artikel penelitian Geodesi. Diambil dari SINTA – Science and Technology Index: https://sinta.kemdikbud.go.id/
- FreePik – https://www.freepik.com/



