Pada tambang terbuka, stabilitas lereng (highwall) menjadi isu keselamatan utama. Total station digunakan untuk memantau pergeseran titik kontrol pada lereng secara periodik guna mendeteksi deformasi dini. Implementasi ini biasanya melibatkan pemasangan prisma reflektor permanen pada area rawan longsor.
Secara metodologis, pengamatan dilakukan melalui resection atau pengikatan bebas (free station) dengan jaringan referensi stabil di luar zona deformasi. Data dianalisis menggunakan metode least squares adjustment untuk memisahkan noise pengukuran dari pergeseran aktual (Caspary, 2000). Studi dalam Journal of Applied Geodesy menunjukkan bahwa total station mampu mendeteksi deformasi milimeter jika pengamatan dilakukan secara konsisten dan terkoreksi atmosfer (Heunecke et al., 2013).
Namun demikian, faktor suhu, tekanan udara, dan refraksi dapat mempengaruhi hasil jarak EDM (Electronic Distance Measurement). Oleh karena itu, tim survey perlu melakukan koreksi meteorologis dan pengamatan berulang. Dibandingkan GNSS, total station lebih unggul untuk area terbatas dan geometri lereng yang kompleks, namun metode ini kurang efektif untuk cakupan area luas tanpa visibilitas langsung.
Implementasi optimal memerlukan desain jaringan kontrol redundan, interval pengamatan terjadwal, serta analisis statistik untuk menentukan ambang batas deformasi signifikan. Dengan pendekatan tersebut, total station menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko geoteknik di pertambangan.
Stabilitas lereng tambang bukan sekadar parameter teknis, melainkan isu keselamatan yang berdampak langsung pada operasional dan keberlanjutan produksi. Deteksi deformasi pada level milimeter membutuhkan instrumen presisi tinggi, prosedur pengamatan yang disiplin, serta dukungan teknis yang memahami konteks geoteknik pertambangan.
Untuk proyek tambang yang memerlukan sistem monitoring lereng dengan tingkat akurasi dan konsistensi tinggi dalam jangka panjang, penggunaan total station profesional menjadi solusi yang tepat. Dapatkan perangkat dengan akurasi tinggi, dukungan teknis berpengalaman, serta layanan purna jual resmi untuk memastikan setiap pergeseran terdeteksi sebelum menjadi risiko.
Hubungi Hi-Target sekarang dan optimalkan sistem monitoring lereng tambang Anda dengan solusi yang presisi dan teruji di lapangan.
Referensi
- Caspary, W. F. (2000). Concepts of Network and Deformation Analysis. Monograph 11, UNSW.
https://www.unsw.edu.au - Heunecke, O., et al. (2013). Deformation monitoring. Journal of Applied Geodesy.
https://www.degruyter.com/journal/key/jag/html - Slope Stability Reference Manual, FHWA (2008).
https://www.fhwa.dot.gov/engineering/geotech/library_listing.cfm - Sumber gambar: Lenusa Consulting




