Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

Apa Peran HBC dalam Pengukuran GNSS Metode Statik?

Apa Peran HBC dalam Pengukuran GNSS Metode Statik

Dalam pengukuran GNSS metode statik, proses pengolahan data memegang peranan penting sebelum koordinat digunakan sebagai hasil akhir. Di sinilah peran HBC (Hi-Target Business Center) berfungsi sebagai software yang membantu surveyor mengolah data GNSS mentah menjadi koordinat yang lebih stabil dan presisi.

Metode statik banyak digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti penentuan titik kontrol, GCP, hingga kerangka geodetik. Karena pengamatan dilakukan dalam durasi lama dan jarak baseline bisa cukup jauh, hasil pengukuran tidak bisa langsung digunakan tanpa proses post-processing yang tepat.

 

Gambaran Metode GNSS Statik

Pada metode GNSS statik, receiver base ditempatkan pada titik kontrol, sementara receiver rover berada di titik yang akan ditentukan koordinatnya. Keduanya merekam sinyal satelit secara bersamaan dalam kondisi diam, dengan durasi pengamatan mulai dari puluhan menit hingga beberapa jam, tergantung panjang baseline dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan.

Data hasil pengamatan ini masih berupa data mentah yang tersimpan di receiver, biasanya dalam format bawaan pabrikan seperti format GNSS pada perangkat Hi-Target. Data tersebut belum bisa langsung dijadikan koordinat akhir karena masih mengandung berbagai pengaruh kesalahan pengamatan.

 

Mengapa Statik Butuh Post-Processing

Meskipun metode statik dikenal sangat presisi, data hasil pengamatan tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor lapangan. Gangguan ionosfer dan troposfer, multipath akibat pantulan sinyal, hingga kemungkinan cycle slip bisa menyebabkan hasil koordinat tidak stabil jika tidak diolah dengan benar.

Tanpa proses post-processing, selisih koordinat dapat mencapai beberapa sentimeter bahkan lebih, terutama pada baseline panjang. Kondisi ini tentu tidak memenuhi standar ketelitian untuk pekerjaan seperti kontrol topografi, pengukuran batas lahan, maupun survei yang mengacu pada standar nasional.

 

Peran HBC dalam Pengolahan Data Statik

Pada tahap inilah HBC berperan penting dalam workflow pengukuran GNSS statik. Melalui HBC, surveyor dapat mengimpor data mentah dari base dan rover, melakukan konversi data, hingga menjalankan proses pengolahan baseline secara diferensial.

HBC membantu menghitung vektor baseline antar titik, melakukan pengecekan kualitas data, serta menyaring satelit atau epoch yang kurang baik. Proses ini membuat hasil koordinat menjadi lebih stabil, konsisten, dan memiliki nilai RMS yang lebih kecil.

Selain itu, HBC juga mendukung pengaturan orbit satelit, pengolahan berbasis titik kontrol atau CORS, hingga export hasil koordinat ke format yang siap digunakan pada software CAD maupun GIS.

 

Hubungan Durasi, Baseline, dan Hasil Olahan

Dalam pengukuran statik, durasi pengamatan memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas hasil. Semakin panjang baseline, maka semakin lama waktu pengamatan yang dibutuhkan agar solusi ambigu dapat terikat dengan baik.

Pada baseline pendek, durasi 30–60 menit umumnya sudah cukup menghasilkan koordinat yang stabil. Namun untuk baseline yang lebih panjang, waktu pengamatan perlu ditambah agar hasil pengolahan di HBC tetap memenuhi ketelitian yang diharapkan.

Melalui pengolahan yang tepat di HBC, surveyor dapat mengoptimalkan hubungan antara durasi, jarak baseline, dan kualitas data sehingga hasil akhir tetap presisi tanpa harus mengulang pengukuran di lapangan.

Pengukuran GNSS metode statik tidak hanya bergantung pada lamanya pengamatan di lapangan, tetapi juga sangat ditentukan oleh proses pengolahan datanya. Dengan HBC (Hi-Target Business Center), data GNSS mentah dapat diolah secara lebih rapi, stabil, dan siap digunakan sebagai dasar pemetaan presisi.

Bagi surveyor yang rutin mengerjakan titik kontrol, GCP, maupun pengukuran topografi dengan kebutuhan akurasi tinggi, peran HBC menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas hasil pengukuran.

Download HBC sekarang dan optimalkan proses pengolahan data GNSS statik agar hasil pengukuran lebih presisi dan terpercaya.

 

Referensi:

  • Nuraeni, A. dkk. (2018). Analisis Pengukuran GNSS Metode Statik. Elipsoida Journal, UNDIP.[ejournal2.undip.ac]​
  • [Penulis DATUM]. (2020). Pengolahan Data GNSS dengan HBC. DATUM Journal of Geodesy and Geomatics, Vol.1 No.1.[id.scribd]​
  • [Penulis Jurnal Geodesi UNDIP]. (2025). Waktu Optimum Pengamatan Statik. Jurnal Geodesi Undip.[ejournal3.undip.ac]​
  • Laporan Akhir DIPA FT 2022 GEOID. Pengolahan Statik GNSS. Repository UNILA.[repository.lppm.unila.ac]​
  • Sumber:  Indosurta Group

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!