Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

Mengenal pengukuran GNSS Metode Statik

Mengenal pengukuran GNSS Metode statik

Hi Sobat Hi-Target, tahukah kamu bahwa metode statik GNSS mampu menghasilkan ketelitian hingga milimeter, menjadikannya standar utama untuk jaring kontrol geodetik nasional di Indonesia? Fakta ini dikonfirmasi melalui pengujian di berbagai wilayah yang menunjukkan presisi horizontal di bawah 1 cm setelah pengolahan pasca-survei (Yuwono, 2018). Teknologi ini krusial untuk fondasi data pemetaan akurat.

 

Pengertian Metode Statik GNSS

Metode statik GNSS merupakan teknik pengukuran di mana receiver ditempatkan secara diam pada titik target dan titik referensi untuk merekam sinyal satelit secara simultan (Ariyantoni, 2024). Pengolahan data dilakukan pasca-survei menggunakan software seperti GAMIT/GLOBK untuk mengoreksi bias ambiguitas fase dan kesalahan propagasi (Anjasmara, 2020). Pendekatan ini menghasilkan koordinat tiga dimensi dengan akurasi tinggi tanpa ketergantungan koreksi real-time.

 

Prinsip Dasar dan Waktu Pengamatan

Prinsip dasar metode statik melibatkan observasi lama dengan receiver tetap, interval perekaman 15-30 detik, dan pengumpulan data fase carrier untuk resolusi ambiguitas (Yuwono, 2018). Lama pengamatan umumnya 20-60 menit per baseline sesuai SNI Jaring Kontrol Horizontal orde 4, dipengaruhi faktor seperti panjang baseline, geometri satelit (PDOP), dan variasi ionosfer (Ariyantoni, 2024). Semakin panjang durasi, semakin rendah simpangan baku koordinat, mencapai optimal setelah 1 jam di wilayah ekuator (Anjasmara, 2020).

 

Tingkat Akurasi dan Aplikasi

Akurasi metode statik mencapai 0,02-0,09 cm horizontal dan 0,05-0,17 cm vertikal pada baseline pendek, dengan presisi lebih tinggi pada sampling rate rendah (Yuwono, 2018). Metode ini mengungguli RTK dan Rapid Static karena akumulasi data ekstensif yang meminimalkan noise atmosfer dan efek multipath.

 

Kelebihan dan Keterbatasan

Kelebihan utama metode statik adalah ketelitian superior untuk jaring kontrol permanen, pemantauan deformasi tanah, dan proyek geodetik jangka panjang, toleran terhadap gangguan sinyal sementara (Ariyantoni, 2024). Keterbatasannya mencakup waktu pengamatan lama yang memerlukan minimal dua receiver serta ketergantungan post-processing, sehingga kurang efisien untuk survei dinamis (Anjasmara, 2020).

Metode statik pada pengukuran GNSS membutuhkan waktu pengamatan yang lama, sehingga pekerjaan ini menuntut penggunaan alat yang tangguh dan memiliki daya tahan baterai andal. GNSS Hi-Target iRTK5 menjadi solusi ideal berkat daya tahan baterai hingga 18 jam, desain tangguh IP67 untuk medan lapangan ekstrem, serta stabilitas data presisi pada observasi statik panjang. Hubungi Hi-Target Indonesia sekarang juga dan dapatkan berbagai alat survei hingga GNSS presisi tinggi hanya di Hi-Target Indonesia.

 

Penulis: Herlina

 

Referensi

  1. Analisis Pengukuran Gnss Metode Statik Dengan Variasi Sampling Rate – https://ejournal2.undip.ac.id/
  2. Analisis Ketelitian Hasil Pengamatan Gnss Metode Radial Berdasarkan Lama Pengamatan Untuk Efisiensi Pengukuran Ground Control Point – https://iptek.its.ac.id/
  3. Analisis Optimalisasi Pengukuran Gnss Statik Menggunakan Jaring Radial – https://ejournal.uigm.ac.id/
  4. Uji Akurasi Hasil Pengukuran GNSS Metode Statik dan RTK-NTRIP dengan Referensi CORS GMU2 – https://etd.repository.ugm.ac.id/
  5. Analisis Pengukuran Metode Rapid Static Dengan Single Base Dan Multi Base (Studi Kasus: Titik Geoid Geometri Di Kota Semarang) – https://ejournal3.undip.ac.id/
  6. Pendefinisian Koordinat Ulp2 Universitas Lampung Terhadap Itrf 2014 Serta Analisa Penggunaan Tiga Macam Receiver Gnss Yang Berbeda – http://digilib.unila.ac.id/
  7. Mengenal Metode Statik GNSS: Solusi Akurasi Tinggi Pengukuran Geodetik – https://asaba-surveying.id/
  8. Perbandingan Ketelitian Titik Survei Gnss Berdasarkan Jumlah Titik Ikat Menggunakan Metode Statik – https://repo.unwim.ac.id/
  9. Analisis Perbandingan Pengukuran GNSS Metode Statik dan RTK dalam Pengukuran Titik Sekutu untuk Transformasi Koordinat dari Sistem Lokal menjadi SRGI 2013 – https://etd.repository.ugm.ac.id/
  10. Uji Akurasi hasil Pengukuran GNSS Metode Statik Dan RTK-NTRIP Dengan Referensi CORS GMU2 – https://journal.ugm.ac.id/
  11. Akurasi Pengamatan GNSS Metode RTK NTRIP Menggunakan CORS ULPC – http://digilib.unila.ac.id/
  12. Analisis Pengukuran Gnss Metode Statik Dengan Variasi Sampling Rate – https://ejournal2.undip.ac.id/
  13. Analisa Ketelitian Pengolahan Data Gps Metode Statik Singkat Dengan Penggunaan Variasi Parameter Orbit Menggunakan Gamit Track ( Studi Kasus : Penentuan Koordinat TNMP dan GGMA dengan Referensi CORS ULPC) – http://digilib.unila.ac.id/
  14. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
  15. Pengaruh Lingkungan Pengamatan pada Ketelitian Horisontal GNSS dengan Metode RTK-NTRIP – https://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/
  16. Analisis Optimalisasi Pengukuran Gnss Statikmenggunakan Jaring Radial – https://ejournal.uigm.ac.id/
  17. Pengamatan Dan Pengolahan Data Gnss Berdasarkan Perbandingan Variasi Lama Waktu Dengan Titik Ikat CORS BIG – https://repo.unwim.ac.id/

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!