Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

Metode NTRIP pada Pengukuran GNSS

Metode NTRIP pada Pengukuran GNSS

Metode NTRIP Pengertian, Cara Kerja, dan Waktu Penggunaan yang Tepat

Apa itu metode NTRIP dalam pengukuran GNSS dan mengapa banyak digunakan surveyor saat ini? Metode NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) merupakan protokol pengiriman koreksi diferensial GNSS secara real-time melalui jaringan internet. Teknologi ini memanfaatkan jaringan CORS (Continuously Operating Reference Station) untuk mendistribusikan data koreksi RTCM ke receiver rover, sehingga surveyor dapat memperoleh akurasi hingga tingkat sentimeter tanpa harus membangun atau mengoperasikan base station pribadi di lapangan.

 

Prinsip Kerja NTRIP

Pada metode NTRIP, receiver rover terhubung ke server NTRIP (caster) melalui jaringan internet untuk menerima data koreksi secara real-time. Koreksi ini berasal dari jaringan stasiun referensi permanen (CORS) yang berfungsi sebagai base station. Server NTRIP kemudian mengolah dan menggabungkan data observasi GNSS dari beberapa CORS untuk mengurangi pengaruh kesalahan atmosfer, kesalahan orbit satelit, serta efek multipath secara dinamis. Dengan mekanisme tersebut, pengukuran RTK berbasis NTRIP memungkinkan penggunaan baseline hingga sekitar 20–30 km. Namun demikian, tingkat ketelitian akan berangsur menurun seiring bertambahnya jarak, terutama akibat error yang bergantung pada jarak (distance-dependent errors), seperti pengaruh ionosfer.

 

Kondisi Penggunaan Ideal

Nah, metode NTRIP paling cocok digunakan saat pekerjaan survei dilakukan di wilayah yang sudah tercakup jaringan CORS, seperti InaCORS dan tersedianya jaringan internet. Metode ini efektif untuk pemetaan topografi skala menengah, stake out konstruksi, hingga monitoring deformasi, terutama pada proyek sipil seperti layout pondasi dan verifikasi elevasi jalan.

Koneksi internet yang stabil dan baseline kurang dari 20 km memungkinkan NTRIP mempertahankan ketelitian pengukuran hingga ≤5 cm. Sebaliknya, penggunaan metode ini kurang direkomendasikan di lokasi terpencil atau area dengan akses internet terbatas karena berpotensi menurunkan keandalan solusi RTK.

 

Kelebihan dan Keterbatasan

Jika dibandingkan dengan metode base–rover konvensional yang mengandalkan sinyal radio, NTRIP menawarkan keunggulan berupa jangkauan yang lebih luas, tidak memerlukan lisensi frekuensi radio, serta biaya instalasi yang relatif lebih rendah. Meski demikian, metode ini sangat bergantung pada kestabilan koneksi internet.

Gangguan jaringan dapat menyebabkan solusi/fixed terlepas, dan pada baseline yang lebih panjang (di atas 20 km), ketelitian vertikal cenderung menurun. Beberapa studi menunjukkan bahwa nilai HRMS (Horizontal Root Mean Square) pada NTRIP umumnya lebih baik dibandingkan single-base RTK untuk jarak jauh, namun performanya tetap sensitif terhadap efek multipath, terutama di lingkungan terbangun.

Beli juga: V700S SLAM RTK

Penerapan NTRIP yang andal di lapangan menuntut penggunaan receiver GNSS yang mendukung koneksi NTRIP stabil melalui modem seluler. Hi-Target mengembangkan perangkat GNSS seperti VRTK dan V200 untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan menunjang pekerjaan survei RTK berbasis NTRIP dengan kinerja yang konsisten.

Pengguna dapat memperoleh perangkat GNSS Hi-Target asli beserta dukungan teknis resmi melalui hitargetindonesia sebagai mitra tepercaya untuk pekerjaan survei dan pemetaan presisi.

 

Penulis: Herlina

 

Daftar Referensi

 

Add to follow-upCheck sources

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!