Hai sobat Hi-Target, tahukah kamu bahwasannya teknologi LiDAR menjadi solusi pemetaan Modern. Pengukuran dan pemetaan lingkungan bawah tanah (underground) seperti terowongan, lorong tambang, atau infrastruktur utilitas, merupakan tantangan kompleks bagi industri konstruksi, pertambangan, dan survei.
Lingkungan ini ditandai dengan ketiadaan sinyal GNSS, pencahayaan yang minim, struktur geometris yang rumit, serta medannya yang berbahaya. Menggunakan Metode konvensional seperti total station memerlukan waktu yang sangat lama dan akses pKamung yang terbatas, Alat optik juga sulit dioperasikan dikarenakan pencahayaan yang minim atau bahkan bisa sampai gelap total, dan GNSS tidak bisa dioperasikan disini dikarenakan tidak terdapat sinyal satelite (Mautz, 2012).
Di sinilah teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) muncul sebagai solusi paling efektif. LiDAR dapat memancarkan sinar laser untuk mengukur jarak, menghasilkan data berupa point cloud 3D yang padat dan akurat secara geometris, dan LiDAR tidak bergantung pada kondisi cahaya sehingga sangat efektif untuk digunakan dalam pengukuran Underground (Zhu et al., 2021). Keunggulan utama LiDAR terletak pada robustness-nya: kemampuannya yang bisa menembus area gelap, performa tetap stabil meski tanpa sinyal GNSS, dan ketepatan serta keakuratan dalam memindai detail geometri pada ruang terbatas menjadikannya pilihan ideal untuk pemetaan atau pengukuran underground.
Integrasi LiDAR + GNSS pada Hi-Target SLAM V700S

Hi-Target SLAM V700S menjadi pilihan ideal untuk pemetaan underground karena memadukan sensor LiDAR beresolusi tinggi, IMU, dan GNSS dalam satu Alat. Di area terbuka, V700S menggunakan Sinyal GNSS untuk mengunci posisi awal. Namun begitu masuk ke ruang tertutup tanpa sinyal, sistem langsung beralih secara otomatis ke teknologi SLAM yang bertugas memindai kondisi sekitar.
LiDAR terus memindai lingkungan, sementara algoritma SLAM menyusun gambaran ruang berdasarkan bentuk-bentuk yang terbaca di sekelilingnya. IMU membantu menjaga stabilitas arah dan gerakan sehingga alat tetap “tahu” ke mana ia bergerak, meskipun tidak ada referensi satelit. Berkat sinergi ketiga sensor ini, V700S mampu menghasilkan point cloud 3D yang rapat dan akurat, menjadikannya seolah “mata dan peta” yang dapat memindai ketika bekerja di bawah permukaan tanah tanpa cahaya dan juga sinyal.
Studi Kasus: Inspeksi Lorong Tambang Bawah Tanah

Sebuah studi pada inspeksi lorong tambang bawah tanah menggambarkan efektivitas V700S. Tantangan utamanya adalah: tidak ada sinyal GNSS, debu dan kelembaban tinggi, pencahayaan sangat rendah, dan kebutuhan pemetaan cepat untuk meminimalkan waktu pengukuran. Metode Konvensional membutuhkan setup berulang sehingga memakan waktu pengukuran yang lebih lama.
Dengan SLAM V700S, Surveyor cukup berjalan melalui lorong sambil membawa Alat V700S SLAM RTK. LiDAR memetakan seluruh permukaan lorong secara detail, volume, dan bahkan indikasi retakan. Algoritma SLAM yang memastikan tidak terjadi drift signifikan pada data sepanjang ratusan meter. Studi serupa oleh Nüchter et al. (2019) menegaskan bahwa sistem LiDAR-SLAM mampu mencapai akurasi relatif hingga beberapa sentimeter dalam pemetaan terowongan, jauh lebih efisien dan komprehensif dibanding metode manual. Data point cloud yang dihasilkan kemudian dapat dianalisis untuk perhitungan volume, deteksi deformasi, dan perencanaan pemeliharaan.
Kesimpulan
Teknologi LiDAR mengubah cara kita memetakan area bawah tanah karena mampu bekerja tanpa bantuan cahaya dan tetap menjaga ketelitian bentuk ruang. Hi-Target SLAM V700S memaksimalkan keunggulan ini dengan menggabungkan LiDAR, GNSS, dan algoritma SLAM yang sudah matang. Pendekatan tersebut membuat V700S mampu mengatasi keterbatasan metode pemetaan konvensional. mulai dari proses yang lambat hingga risiko kerja di ruang sempit. Hasilnya, pekerjaan underground menjadi lebih cepat, aman, dan data yang terkumpul jauh lebih lengkap. V700S hadir sebagai jawaban nyata untuk kebutuhan pemetaan bawah tanah yang efisien, akurat, dan dapat dipercaya.
Tingkatkan akurasi, kecepatan, dan keselamatan operasi pemetaan underground Kamu. Hubungi tim Hi-Target Indonesia sekarang untuk konsultasi lebih lanjut, demonstrasi produk, atau diskusi studi kasus spesifik proyek Kamu. Dapatkan solusi terintegrasi SLAM V700S dan wujudkan efisiensi survei yang lebih maksimal.
Referensi
- Durrant-Whyte, H., & Bailey, T. (2006). Simultaneous Localization and Mapping: Part I. IEEE Robotics & Automation Magazine.
Tautan: https://ieeexplore.ieee.org/
- Mautz, R. (2012). Indoor Positioning Technologies. Habilitation Thesis, ETH Zurich.
Tautan: https://www.research-collection.ethz.ch/ - Nüchter, A., et al. (2019). Towards 3D LiDAR-based Mapping for Underground Mining. Journal of Applied Geodesy.
Tautan: https://www.degruyter.com/
- Zhu, J., et al. (2021). A Review of LiDAR SLAM for Ground and Underground Applications. Remote Sensing.
Tautan: https://www.mdpi.com/ - Sumber: berita11.com




