Logo Putih Hi-Target Official Distributor - Indonesia

4 Kesalahan Umum Surveyor GNSS Pemula dan Cara Menghindarinya

5 Kesalahan Umum Surveyor GNSS Pemula dan Cara Menghindarinya

Dalam dunia survei GNSS, akurasi dan efisiensi bukan hanya slogan, tapi kebutuhan utama. Buat mahasiswa teknik geomatika, surveyor pemula, atau teknisi pemetaan yang baru pegang receiver GNSS, pasti sering dengar—“hasil pengukuran harus presisi!” Tapi realitanya, banyak pemula masih keliru di langkah-langkah yang kelihatannya sepele. Bukan cuma bikin data jadi kurang valid, kadang bisa bikin peta yang kita buat jadi “zonk”.

Mau tahu apa saja kesalahan yang sering kejadian dan gimana cara menghindarinya? Yuk, baca hingga selesai ya…

 

Kesalahan yang sering terjadi

1. Tidak Memperhatikan Pengaturan Elevation Mask

Pemula sering asal pakai setting default atau bahkan lupa cek elevation mask. Elevation mask itu batas sudut minimum satelit yang sinyalnya dipakai receiver. Kalau terlalu rendah, bisa dapat satelit yang sinyalnya lemah atau terganggu atmosfer, bikin data jadi noisy. Penelitian menunjukkan idealnya elevation mask dipasang di 10°-15°. Solusinya: sebelum mulai survei, pastikan cek dan atur elevation mask sesuai rekomendasi jurnal terbaru. Jangan tergoda dapat banyak satelit tapi kualitasnya “tidak baik”.

2. Penggunaan Baseline Terlalu Panjang

Masih banyak yang mikir “makin jauh base dan rover, makin luas area yang bisa dijangkau”, padahal baseline terlalu panjang bisa menurunkan akurasi pengukuran. Sinyal GNSS makin lemah dan delay makin tinggi kalau jarak antara base station dan rover jauh, apalagi di daerah ber-obstruksi. Solusinya Upayakan baseline tetap pendek dan pastikan area survei tidak terlalu jauh dari base station. Semakin pendek baseline, semakin kecil error yang timbul dari troposfer dan ionosfer. Jadi kemungkinan besar hasil ukur jadi lebih akurat dan presisi.

3. Salah Interpretasi Status FIX/Float/Single

Status di receiver selalu berubah: FIX, Float, Single. Banyak pemula menganggap semua status layak direkam. Padahal data FIX punya akurasi terbaik, sementara Float dan Single jauh di bawah itu. Data Float dan Single sebaiknya tidak digunakan untuk pemetaan detail yang membutuhkan akurasi tinggi. Tipsnya  Biasakan untuk cek status terlebih dahulu sebelum dan selama pengukuran, serta simpan data hanya pada kondisi FIX untuk hasil terbaik.

4. Abaikan DOP Value Saat Mulai Pengukuran

DOP (Dilution of Precision) adalah indikator kualitas geometri satelit. DOP besar = geometri lemah = data tidak akurat. Banyak pengukur pemula tidak memperhatikan nilai DOP sebelum mulai rekam data. Hasilnya ukurnya bisa jadi melenceng padahal proses sudah benar. Solusinya Pastikan nilai DOP sebelum dan selama pengukuran selalu rendah (idealnya <2), setelah itu baru mulai rekam data menggunakan  GNSS.

 

Macam-Macam DOP yang Perlu Kamu Tahu

  • PDOP (Position DOP) – Kombinasi dari HDOP + VDOP. Ini nilai paling umum dipantau karena mewakili akurasi posisi 3D.
  • HDOP (Horizontal DOP) – Mewakili akurasi posisi horizontal (X dan Y). Penting buat survei topografi dan pemetaan.
  • VDOP (Vertical DOP) – Mewakili akurasi ketinggian (Z). Biasanya nilai ini lebih tinggi dari HDOP karena satelit lebih sulit membantu di vertikal.
  • GDOP (Geometric DOP) – Mencakup posisi dan waktu (PDOP + TDOP). Cocok dipantau kalau kamu butuh akurasi waktu juga, kayak di sistem monitoring.
  • TDOP (Time DOP) – Berkaitan dengan akurasi sinkronisasi waktu antara alat dan satelit. Penting dalam beberapa aplikasi teknis tertentu.

Jangan biarkan kesalahan-kesalahan di atas terjadi di lapangan! Teruslah belajar, upgrade ilmu, dan eksplor teknologi GNSS yang makin berkembang. Kunjungi artikel-artikel Hi-Target Indonesia biar skill dan pengetahuanmu makin tajam. Yuk jadi surveyor GNSS yang nggak cuma jago di lapangan, tapi juga paham riset dan ilmu dasar pengukuran! Selamat mencoba, semangat survei, dan salam peta presisi!

 

Penulis: Herlina

 

Refrensi:

 

Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
Hubungi kami
Hi-Target Indonesia
Chat WhatsApp sekarang untuk konsultasi alat survey terbaik!